NAMA : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM : 23215385
KELAS : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI
TUGAS : KE-9 PEREKONOMIAN INDONESIA (#Softskill)
USAHA KECIL DAN MENENGAH
DEFINISI
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM
adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha
kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut
Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah:
“Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara
mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah
dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9
tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak
Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.
1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga
Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan
atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik
langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5.
Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum,
atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Untuk dapat memacu dan meningkatkan
penghasilan maka di perlukan strategi ukm
waralaba
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005
mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM
melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta
yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM
Perkembangan Jumlah Unit
Dan Tenaga Kerja Di UKM
Kenaikkan jumlah unit UKM
erat kaitannya dengan boom yang di alami oleh bebrapa
subsektor pertanian, khususnya perkebunan sebagai efek “positif” dari
depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Distribusi jumlah unit
usaha menurut skala usaha dan sektor menunujukan bahwa di satu sisi, UKM
memiliki keunggulan atas UB di pertanian dan di sisi lain dapat dilihat dari
jenis produk yang di buat, jenis teknologi dan alat-alat produksi yang di pakai
dan metode produksi yang di terapkan UKM di Indonesia pada umumnya masih dari
kategori usaha ‘primitif’.
Pentingnya UKM sebagai
salah satu sumber pertumbuhan kesempatan kerja di Indonesia tidak hanya
tercerminkan pada kondisi statis yakni jumlah orang yang bekerja di kelompok
usaha tersebut yang jauh lebih banyak daripada yang diserap oleh UB, tetapi
tetapi juga dapat dilihat pada kondisi dinamis yakni dari laju kenaikannya
setiap tahun yang lebih tinggi daripada oleh UB.
Data statistik menunjukkan
jumlah unit usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) mendekati 99,98 % terhadap
total unit usaha di Indonesia. Sementara jumlah tenaga kerja yang terlibat
mencapai 91,8 juta orang atau 97,3% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia.
Menurut Syarif Hasan, Menteri Koperasi dan UKM seperti dilansir sebuah
media massa, bila dua tahun lalu jumlah UMKM berkisar 52,8 juta unit usaha,
maka pada 2011 sudah bertambah menjadi 55,2 juta unit. Setiap UMKM
rata-rata menyerap 3-5 tenaga kerja. Maka dengan adanya penambahan sekitar 3
juta unit maka tenaga kerja yang terserap bertambah 15 juta orang. Pengangguran
diharapkan menurun dari 6,8% menjadi 5 % dengan pertumbuhan UKM tersebut. Hal
ini mencerminkan peran serta UKM terhadap laju pertumbuhan ekonomi memiliki
signifikansi cukup tinggi bagi pemerataan ekonomi Indonesia karena memang
berperan banyak pada sektor ril.
Negara besar dan kaya
sumberdaya alam seperti Indonesia dengan jumlah penduduk mendekati seperempat
milyar membutuhkan kegiatan ekonomi yang berpijak pada sektor ril. Investasi
swasta (termasuk asing) perlu diarahkan pada penanaman modal di sektor ril bukan
non riil. Aliran dana investasi yang berupa ‘hot money' hanya akan menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang semu dan rentan terhadap gejolak politik. Jika ini
terjadi maka dapat mengganggu perekonomian bangsa secara keseluruhan.
Nilai
Output dan Nilai Tambah
Peran UKM di Indonesia dalam
bentuk kontribusi output terhadap pembentukan atau pertumbuhan PDB cukup besar,
walaupun tidak sebesar kontribusinya terhadap penciptaan kesempatan kerja.
Kontribusi NO atau NT dari UK terhadap pembentukan PDB jauh lebih besar
dibandingkan kontribusi dari UM. Akan tetapi, perbedaan ini tidak dikarenakan
tingkat produktivitas di UK lebih tinggi daripada di UM, melainkan lebih di
dorong oleh jumlah unit dan L yang memang jauh lebih banyak di UK dibandingkan
di UM (dan UB).
Dari data BPS (statistik
Indonesia 2001) mengenai NO dan NT dari UK di sektor industri manufaktur
menurut kelompok industri. Ada beberapa hal yang menarik. Pertama, NO atau NT
bervariasi menurut subsektor, dan yang paling banyak (seperti juga yang di tunjukkan
oleh data dari sumber-sumber lain) terdapat di tiga subsektor, yakni makanan,
minuman, dan tembakau, tekstil dan produk-produknya (TPT), dan kulit serta
produk-produknya, dan kayu beserta produk-produknya, yang lagi-lagi memberi
suatu kesan bahwa IK dan IMI pada umumnya lebih unggul di ketiga subsektor itu
di bandingkan di subsektor-subsektor lainnya.
Dibeberapa kelompok industri No
dan NT dari IMII lebih besar dibandingkan IK. Sedangkan hasil SUSI 2000
menyajikan data mengenai nilai produksi bruto (NO), biaya antara, dan upah
serta gaji dari usaha tidak berbadan hukum. Terakhir, data Deperindag
menunjukkan bahwa dari NO total dari IDK sekitar 57,3 triliun rupiah. Tiga
subsektor tersebut merupakan pusat konsentrasi dari kegiatan produksi UK.
Pengertian
Ekspor
Ekspor dalam bahasa sederhananya
adalah kegiatan menjual barang dari dalam ke luar negeri. Misalnya saja
Indonesia memiliki tumbuhan jahe yang luar biasa melimpah, untuk itu dunia
internasional membutuhkan jahe untuk keperluan mereka. Nah karena kebutuhan
seperti inilah yang menyebabkan perdagangan internasional dan Indonesia
mengekspor jahe ke beberapa negara lain. Kesimpulannya adalah Indonesia telah
melakukan kegiatan ekspor.
a.
Tujuan ekspor
- Mengendalikan harga produk ekspor
dalam negeri
- Menciptakan iklim usaha yang
kondusif
- Menjaga kestabilan kurs valuta
asing
b.
Manfaat ekspor
- Memperluas pasar bagi Indonesia
- Menambah devisa negara
- Memperluas devisa negara
Prospek UKM Dalam Era
Perdagangan Bebas dan Globalisasi Dunia
Seiring dengan derasnya arus globalisasi, masyarakat duniapun tidak luput dari perkembangan globalisasi yang mewarnai seluruh aspek kehidupan. Meskipun globalisasimerupakan
sebuah proses yang bersifat multidimensional, namun gemerlap material
yangselalu membayanginya mendorong orang untuk memandangnya dari
sudut pandang makro ekonomi.
Menurut pandangan Hiperglobalis, di era globalisasi akan ada dua aktor didalamnya,
yaitu pemenang dan pecundang. Menjadi pemenang dan pecundang ditentukan
oleh daya respon terhadap globalisasi. Merespon globalisasi adalah meningkatkan
kemampuan bersaing dalam era integrasi ekonomi global. Kemampuan ini tidak hanya bertumpupada negara,
tetapi juga aktor-aktor yang terlibat dalam globalisasi dan integrasiekonomi,
baik itu firma besar atau korporasi, individu, atau sektor-sektor yang
produktif. Mendapatkan keuntungan dari globalisasi memastikan kemampuan yang
memadai dalam hal kompetisi, yakni kemampuan industrial baik dalam hal
inovasi dan strategi produk, dan lain sebagainya.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar