NAMA : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM : 23215385
KELAS : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI
TUGAS : KE-8 PEREKONOMIAN INDONESIA (#Softskill)
INDUSTRIALISASI
DI INDONESIA
Konsep
dan tujuan Industrialisasi
Awal
konsep industrialisasiè Revolusi industri abad 18 di Inggris Penemuan metode
baru dlm pemintalan dan penemuan kapas yg menciptakan spesialisasi produksi dan
peningkatan produktivitas factor produksi.
Industrialisasi
adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan
penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan
spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan
organisasi serta intelektual dalam produksi.
Industrialisasi
dalam arti sempit menggambarkan penggunaan secara luas sumber-sumber tenaga
non-hayati, dalam rangka produksi barang atau jasa. Meskipun definisi ini
terasa sangat membatasi industrialisasi tidak hanya terdapat pada pabrik atau
manufaktur, tapi juga bisa meliputi pertanian karena pertanian tidak bisa lepas
dari mekanisasi (pemakaian sumber tenaga non-hayati) demikian pula halnya
dengan transportasi dan komunikasi.
Industrialisasi
merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan
ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikit & kekayaan alam
melimpah yang ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa industrialisasi.
Tujuan
pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang
ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri
maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
(1) Meningkatkan
penyerapan tenaga kerja industri.
(2) Meningkatkan
ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
(3) Memberikan
sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
(4) Mendukung perkembangan
sektor infrastruktur.
(5) Meningkatkan kemampuan
teknologi.
(6) Meningkatkan pendalaman
struktur industri dan diversifikasi produk.
(7) Meningkatkan penyebaran
industri.
Faktor-faktor Pendorong industrialisasi
a. Kemampuan teknologi dan inovasi
b. Laju pertumbuhan pendapatan nasional
per kapita
c. Kondisi dan struktur awal ekonomi
dalam negeri. Negara yang awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti
baja, semen, kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan
mengalami proses industrialisasi lebih cepat
d. Besar pangsa pasar DN yang ditentukan
oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Indonesia dengan 200 juta orang
menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi
e. Ciri industrialisasi yaitu cara
pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan
dan insentif yang diberikan.
f. Keberadaan SDA. Negara dengan
SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi
g. Kebijakan/strategi pemerintah seperti
tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri orientasi ekspor.
Perkembangan
Sektor Industri Manufaktur Nasional
Perusahaan manufaktur
merupakan penopang utama perkembangan industri di sebuah negara. Perkembangan
industri manufaktur di sebuah negara juga dapat digunakan untuk melihat
perkembangan industri secara nasional di negara itu. Perkembangan ini dapat
dilihat baik dari aspek kualitas produk yang dihasilkannya maupun kinerja
industri secara keseluruhan.
Sejak krisis ekonomi dunia
yang terjadi tahun 1998 dan merontokkan berbagai sendi perekonomian nasional,
perkembangan industri di Indonesia secara nasional belum memperlihatkan
perkembangan yang menggembirakan. Bahkan perkembangan industri nasional,
khususnya industri manufaktur, lebih sering terlihat merosot ketimbang grafik
peningkatannya.
Sebuah hasil riset yang
dilakukan pada tahun 2006 oleh sebuah lembaga internasional terhadap prospek
industri manufaktur di berbagai negara memperlihatkan hasil yang cukup
memprihatinkan. Dari 60 negara yang menjadi obyek penelitian, posisi industri
manufaktur Indonesia berada di posisi terbawah bersama beberapa negara Asia,
seperti Vietnam. Riset yang meneliti aspek daya saing produk industri
manufaktur Indonesia di pasar global, menempatkannya pada posisi yang sangat
rendah.
Industri manufaktur masa
depan adalah industri-industri yang mempunyai daya saing tinggi, yang
didasarkan tidak hanya kepada besarnya potensi Indonesia (comparative
advantage), seperti luas bentang wilayah, besarnya jumlah penduduk serta
ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga berdasarkan kemampuan atau daya
kreasi dan keterampilan serta profesionalisme sumber daya manusia Indonesia
(competitive advantage).
Permasalahan Industrialisasi
Perekonomian nasional memiliki berbagai permasalahan
dalam kaitannya dengan sektor industri dan perdagangan:
(1) Industri nasional selama ini
lebih menekankan pada industri berskala luas dan industri
teknologi tinggi.
(2) Penyebaran industri belum
merata karena masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
(3) Lemahnya kegiatan
ekspor Indonesia yang tergantung pada kandungan impor bahan baku yang
tinggi, juga masih tingginya
tingkat suku bunga pinjaman bank di Indonesia, apalgi belum sepenuhnya
Indonesia diterima di pasar internasional.
(4) Komposisi komoditi
ekspor Indonesia pada umumnya bukan merupakan komoditi yang berdaya saing,
melainkan karena berkaitan dengan tersedianya sumber daya alam - seperti hasil
perikanan, kopi, karet, dan kayu.
(5) Komoditi primer
yang merupakan andalan ekspor Indonesia pada umumnya dalam bentuk bahan mentah
sehingga nilai tambah yang diperoleh sangat kecil.
(6) Masih relatif
rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Strategi Pembangunan Sektor Industri
1. Strategi
Subtitusi Impor
o Lebih menekankan pada pengembangan
industry yang berorientasi pada pasar domestic
o Strategi subtitusi impor adalah
industry domestic yang membuat barang menggantikan impor
o Dilandasi oleh pemikiran bahwa laju
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai dengan
mengembangkan industry dalam negeri yang memproduksi
barang pengganti impor
Pertimbangan yang lajim digunakan dalam memilih strategi
ini adalah:
a. SDA dan factor produksi lain
(terutama tenaga kerja) cukup tersedia
b. Potensi permintaan dalam negeri
memadai
c. Pendorong perkembangan sector
industry manufaktur dalam negeri
d. Dengan perkembangan industry dalam
negeri, kesempatan kerja lebih luas
e. Dapat mengurangi ketergantungan impor
2. Penerapan
strategi subtitusi impor dan hasilnya di Indonesia
• Industry manufaktur
nasional tidak berkembang baik selama orde baru
• Ekspor manufaktur
Indonesia belum berkembang dengan baik
• Kebijakan proteksi yang berlebihan
selama orde baru menimbulkan high cost economy
• Teknologi yang digunakan
oleh industry dalam negeri, sangat diproteksi
3. Strategi
Promosi Ekspor
Ø Lebih berorientasi ke pasar internasional
dalam pengembangan usaha dalam negeri
Ø Tidak ada diskriminasi dalam pemberian
insentif dan fasilitas kemudahan lainnya dari pemerintah
Ø Dilandasi pemikiran bahwa laju pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dapat dicapai jika produk yang dibuat di dalam
negeri dijual di pasar ekspor
Ø Strategi promosi ekspor mempromosikan
fleksibilitas dalam pergeseran sumber daya ekonomi yang ada mengikuti perubahan
pola keunggulan komparatif
REFERENSI :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar