Kamis, 07 Juli 2016

NERACA PEMBAYARAN, ARUS MODAL MASUK DAN UTANG LUAR NEGERI

NAMA                                : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM                                   : 23215385
KELAS                               : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN     : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI    
TUGAS                              : KE-11 PEREKONOMIAN INDONESIA (#Softskill)


NERACA PEMBAYARAN, ARUS MODAL MASUK DAN UTANG LUAR NEGERI


Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang sistematis dan tersususn  yang mencatat atau mengikhtisarkan transaksi ekonomi yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu (1 tahun).
Neraca pembayaran ini terbagi atas 2 transaksi atau memiliki 2 sisi, yaitu :
1.  Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2.   Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
 Komponen Neraca Pembayaran
Adapun komponen Neraca Pembayaran lainnya, yaitu    :
a. Neraca perdagangan/Neraca Barang.
Neraca perdagangan yaitu selisih nilai ekspor dan impor barang. Neraca perdagangan termasuk kategori neraca berjalan atau Current Acount. Neraca perdagangan Indonesia umumnya mengalami surplus, artinya nilai ekspor melebihi nilai impor.
b. Neraca Jasa-jasa.
Neraca jasa-jasa yaitu selisih antara ekspor jasa dan impor jasa. Neraca jasa termasuk kategori neraca berjalan atau Current Acount Neraca jasa Indonesia selalu mengalami defisit dan defisitnya lebih besar dari surplus pada neraca perdagangan.
c. Neraca Modal
Neraca modal atau Capital Account merupakan selisih antara aliran modal masuk dan modal keluar. Selama masa krisis ekonomi terlihat neraca modal Indonesia negatif karena banyaknya arus modal jangka pendek ke luar negeri.
d. Neraca Emas
Neraca Emas atau Gold Account adalah transaksi emas ebagai alat bayar atas uang, sedangkan transaksi non monetary gold termasuk ke dalam kategori current account karena diperlukan sebagai barang komoditas biasa.

       Fungsi Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran sangat penting dan perlu dibuat oleh suatu negara. Fungsi neraca pembayaran internasional antara lain sebagai berikut         :
1.      Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
2.      Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
3.      Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
4.      Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
5.      Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.

Arus Modal Masuk
Arus modal masuk (capital inflow) adalah aliran atau perputaran atau kenaikan jumlah dana /uang dari luar negeri atas pembelianaset modal lokal bangunan tersebut, tanah, mesin atau pinjaman luar negeri.
Derasnya arus modal masuk ke Indonesia yang didominasi investasi portofolio atau investasi jangka pendek dapat mengakibatkan apresiasi nilai tukarriil rupiah. Investasi portofolio sangatsensitif terhadap berbagai ekspektasi sehingga sangat memungkinkan terjadinya pembalikan arus modal (capital outflow)dengan cepat. Dengan demikian, nilai tukar riil rupiah mendapat tekanan yang sangat berat. Bila terjadi arusmodal keluar, maka permintaan mata uang asing meningkat, dengan demikian nilai tukar rupiah mengalami depresiasi (Hamdani,2003).

Utang Luar Negeri
Utang luar negeri (ULN) adalah utang atau kewajiban suatu negara terhadap negara lain. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerinta negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia,
Utang luar negeri Indonesia meningkat sejak terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997 salah satunya dikarenakan stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek, telah menciptakan kondisi bagi “ketidakstabilan”. Utang luar negeri Indonesia memanng lebih didominasi oleh pihak swasta.
Utang luar negeri pemerintah memakan porsi anggaran negara (APBN) yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Jumlah pembayaran pokok dan bunga utang hampir dua kali lipat anggaran pembangunan, dan memakan lebih dari separuh penerimaan pajak.

Dampak Hutang Luar Negeri Indonesia
Selain hutang luar negeri yang menghambat pembangunan ekonomi di Indonesia yaitu faktor nasib pembangunan yaitu pengangguran dan pengerjaan proyek-proyek pembangunan yang berkaitan dengan kehidupan massal masyarakat . Pengangguran salah satu faktor yang menghambat pembangunan di Indonesia akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan dan kurangnya lapangan pekerjaan di daerah-daerah. Kurangnya lapangan pekerjaan di daerah serta tidak meratanya pendapatan mengakibatkan pola pikir masyarakat daerah bahwa jika ingin kaya harus bekerja di kota-kota besar.
*      Dampak positif
Dalam jangka pendek, utang luar negeri sangat membantu pemerintah Indonesia dalam upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara, yang diakibatkan oleh pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup besar. Dengan adanya utang luar negeri membantu pembangunan negara Indonesia, dengan menggunakan tambahan dana dari negara lain. Laju pertumbuhan ekonomi dapat dipacu sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
*      Dampak Negatif
Dalam jangka panjang utang luar negeri dapat menimbulkan berbagai macam persoalan ekonomi negara Indonesia, salah satunya dapat menyebabkan nilai tukar rupiah jatuh(Inflasi). Utang luar negeri dapat memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Negara akan dicap sebagai negara miskin dan tukang utang, karena tidak mampu untuk mengatasi perekonomian negara sendiri, (hingga membutuhkan campur tangan dari pihak lain).
Selain itu, hutang luar negeri bisa memberikan manfaat sebagai berikut:
1.    Membantu dan mempermudah negara untuk melakukan kegiatan ekonomi.
2.    Sebagai penurunan biaya bunga APBN
3.    Sebagai sumber investasi swasta
4.    Sebagai pembiayaan Foreign Direct Investment (FDI) dan kedalaman pasar modal
5.    Berguna untuk menunjang pembangunan nasional yang dimiliki oleh suatu negara


SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar