NAMA : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM : 23215385
KELAS : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI
TUGAS : KE-11 PEREKONOMIAN INDONESIA (#Softskill)
NERACA PEMBAYARAN, ARUS
MODAL MASUK DAN UTANG LUAR NEGERI
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang
sistematis dan tersususn yang mencatat
atau mengikhtisarkan transaksi ekonomi yang dilakukan oleh penduduk suatu
negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu (1 tahun).
Neraca pembayaran ini terbagi atas 2 transaksi atau
memiliki 2 sisi, yaitu :
1.
Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus
uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi
negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan
devisa.
2.
Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus
uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga
transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan
devisa negara.
Komponen
Neraca Pembayaran
Adapun komponen Neraca Pembayaran lainnya,
yaitu :
a. Neraca perdagangan/Neraca
Barang.
Neraca perdagangan yaitu
selisih nilai ekspor dan impor barang. Neraca perdagangan termasuk kategori
neraca berjalan atau Current Acount. Neraca perdagangan Indonesia umumnya
mengalami surplus, artinya nilai ekspor melebihi nilai impor.
b. Neraca Jasa-jasa.
Neraca jasa-jasa yaitu selisih
antara ekspor jasa dan impor jasa. Neraca jasa termasuk kategori neraca
berjalan atau Current Acount Neraca jasa Indonesia selalu mengalami defisit dan
defisitnya lebih besar dari surplus pada neraca perdagangan.
c. Neraca Modal
Neraca modal atau Capital
Account merupakan selisih antara aliran modal masuk dan modal keluar. Selama
masa krisis ekonomi terlihat neraca modal Indonesia negatif karena banyaknya
arus modal jangka pendek ke luar negeri.
d. Neraca Emas
Neraca Emas atau Gold Account
adalah transaksi emas ebagai alat bayar atas uang, sedangkan transaksi non
monetary gold termasuk ke dalam kategori current account karena diperlukan
sebagai barang komoditas biasa.
Fungsi Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran sangat penting dan perlu dibuat oleh suatu
negara. Fungsi neraca pembayaran internasional antara lain sebagai
berikut :
1.
Sebagai alat
pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat,
mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas
wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai
anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
2.
Sebagai alat
untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu
negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri
terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
3.
Sebagai alat
untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
4.
Sebagai alat
untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
5.
Sebagai alat
kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.
Arus
Modal Masuk
Arus
modal masuk (capital inflow) adalah aliran atau perputaran atau kenaikan jumlah
dana /uang dari luar negeri atas pembelianaset
modal lokal bangunan tersebut, tanah, mesin atau pinjaman luar
negeri.
Derasnya
arus modal masuk ke Indonesia yang didominasi investasi portofolio atau
investasi jangka pendek dapat mengakibatkan apresiasi nilai tukarriil rupiah.
Investasi portofolio sangatsensitif terhadap berbagai ekspektasi sehingga
sangat memungkinkan terjadinya pembalikan arus modal (capital outflow)dengan
cepat. Dengan demikian, nilai tukar riil rupiah mendapat tekanan yang sangat
berat. Bila terjadi arusmodal keluar, maka permintaan mata uang asing
meningkat, dengan demikian nilai tukar rupiah mengalami depresiasi
(Hamdani,2003).
Utang
Luar Negeri
Utang
luar negeri (ULN) adalah utang atau kewajiban suatu negara terhadap negara
lain. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau
perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta,
pemerinta negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF
dan Bank Dunia,
Utang
luar negeri Indonesia meningkat sejak terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997
salah satunya dikarenakan stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar
dan umumnya berjangka pendek, telah menciptakan kondisi bagi “ketidakstabilan”.
Utang luar negeri Indonesia memanng lebih didominasi oleh pihak swasta.
Utang
luar negeri pemerintah memakan porsi anggaran negara (APBN) yang terbesar dalam satu
dekade terakhir. Jumlah pembayaran pokok dan bunga utang hampir dua kali lipat
anggaran pembangunan, dan memakan lebih dari separuh penerimaan pajak.
Dampak Hutang Luar Negeri
Indonesia
Selain
hutang luar negeri yang menghambat pembangunan ekonomi di Indonesia yaitu
faktor nasib pembangunan yaitu pengangguran dan pengerjaan proyek-proyek
pembangunan yang berkaitan dengan kehidupan massal masyarakat . Pengangguran
salah satu faktor yang menghambat pembangunan di Indonesia akibat tidak
tersedianya lapangan pekerjaan dan kurangnya lapangan pekerjaan di
daerah-daerah. Kurangnya lapangan pekerjaan di daerah serta tidak meratanya
pendapatan mengakibatkan pola pikir masyarakat daerah bahwa jika ingin kaya
harus bekerja di kota-kota besar.
Dalam
jangka pendek, utang luar negeri sangat membantu pemerintah Indonesia dalam
upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara, yang diakibatkan
oleh pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup
besar. Dengan adanya utang luar negeri membantu pembangunan negara
Indonesia, dengan menggunakan tambahan dana dari negara lain. Laju pertumbuhan
ekonomi dapat dipacu sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam
jangka panjang utang luar negeri dapat menimbulkan berbagai macam persoalan
ekonomi negara Indonesia, salah satunya dapat menyebabkan nilai tukar rupiah
jatuh(Inflasi). Utang luar negeri dapat memberatkan posisi APBN RI, karena
utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Negara
akan dicap sebagai negara miskin dan tukang utang, karena tidak mampu untuk
mengatasi perekonomian negara sendiri, (hingga membutuhkan campur tangan dari
pihak lain).
Selain
itu, hutang luar negeri bisa memberikan manfaat sebagai berikut:
1.
Membantu dan mempermudah negara untuk melakukan kegiatan ekonomi.
2.
Sebagai penurunan biaya bunga APBN
3.
Sebagai sumber investasi swasta
4.
Sebagai pembiayaan Foreign Direct Investment (FDI) dan kedalaman pasar modal
5.
Berguna untuk menunjang pembangunan nasional yang dimiliki oleh suatu negara
SUMBER