PROMOSI
DAN PEMINDAHAN
Nama Dosen : Febriyanti Zulyani
Kelompok
7
1. Bella Karinda (21215325)
2. Inne Hanandita Supriyanto (23215385)
3. Wardah Resty F (27215108)
Kelas:
4EB19
PTA
2018/2019
FAKULTAS
EKONOMI
Promosi dan Pemindahan
1.1 Jalur
Promosi
Pengertian
Promosi Jabatan
Motivasi yang
mendorong seseorang untuk berpatisispasi aktif dalam suatu organisasi antara
lain adalah kesempatan untuk maju. Sifat dasar manusia pada umumnya ingin
menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai pada saat ini. Karena
itulah mereka pada umumnya menginginkan kemajuan dalam hidupnya. Kesempatan
untuk maju di dalam suatu organisasi dinamakan dengan promosi (penaikan
jabatan). Suatu promosi berarti pula pemindahan dari suatu jabatan ke jabatan
yang lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Hal ini berarti
bahwa kompensasi (penerimaan upah/gaji dan sebagainya) pada umumnya lebih
tinggi bila dibanding dengan pada jabatan lama. Suatu promosi jabatan pada
umumnya didambakan oleh setiap anggota organisasi. Oleh karena itu suatu
program promosi perlu diadakan,yang mengandung hal-hal berikut :
a. Ke
arah mana suatu jabatan akan maju ?
b. Sampai
dimanakah jenjang akhir suatu jabatan yang dapat dicapai ?
c. Kriteria
apa dan/atau persyaratan yang bagaimana diperlukan untuk promosi jabatan
tersebut ? dan sebagainya.
Untuk itu semua
perlulah kiranya diketahui lebih jauh tentang jalur promosi, dasar-dasar untuk
promosi, kecakapan kerja dan senioritas dan sebagainya, yang relevan dengan
maksud dan tujuan promosi jabatan. Perpindahan seseorang pada jabatan baru
dapat juga terjadi apabila organisasi yang bersangkutan mengalami ekspansi
ataupun karena adanya lowongan yang harus segera diisi. Perwujudan dan prinsip
orang yang tepat pada jabatan yang tepat, baik dengan jalan pemindahan ataupun
dengan jalan lain, bukan saja akan membawa hasil yang baik bagi organisasi,
tetapi juga kepada petugas yang bersangkutan.
Disinilah
pentingnya suatu promosi untuk meningkatkan motivasi seseorang petugas dalam
suatu organisasi. Namun pemberian promosi harus bertitik tolak untuk
kepentingan organisasi dan bukan untuk kepentingan pribadi seseorang petugas.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengertian promosi jabatan,
berikut dikemukakan beberapa definisi promosi jabatan menurut beberapa ahli
lain :
Flippo yang
dikutif oleh H. Malayu S.P Hasibuan ( 2000 ; 108 ) menyatakan bahwa : “Promosi
berarti perpindahan dari suatu jabatan kejabatan yang lain yang mempunyai
status yang lebih tinggi. Biasanya perpindahann kejabatan yang lebih tinggi ini
disertai dengan peningkatan gaji atau cepat lainnya, walaupun tidak selalu
demikian.”Sedangkan Andrew F. Sikula yang dikutif oleh Malayu S.P Hasibuan (
2004 ; 100 ) sebagai berikut : “Secara teknis promosi adalah suatu perpindahan
didala organisasi dan posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah
maupun status.”
Berdasarkan
kepada definisi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa promosi mempunyai
arti yang penting bagi instansi, sebab dengan promosi berarti kestabilan
instansi dan moral pegawai akan lebih terjamin.
Promosi akan
selalu diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih tinggi
daripada jabatan yang diduduki sebelumnya. Seseorang dipromosikan karena
dianggap mempunyai prestasi rata-rata lebih tinggi dari pegawai yang lain
meskipun mungkin oleh pimpinan dinilai prestasi yang ada belum memuaskan.
Adapun
syarat-syarat yang perlu ditetapkan dalam melaksanakan promosi yaitu:
a. Pengalaman
b. Tingkat
pendidikan
c. Loyalitas
d. Kejujuran
e. Tanggung
jawab
f. Kepandaian
bergaul
g. Prestasi
kerja
h. Inisiatif
dan kreatif
Syarat-syarat
promosi ini harus dinyatakan secara tegas. Untuk dapat dipromosikan maka perlu
setiap karyawan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Syarat-syarat
tesebut hendaknya menjamin kestabilan perusahaan dan mampu meningkatkan moral
kerja dari para karyawannya. Selain itu dengan penetapan syarat-syarat yang
tegas dan jelas, akan dapat mencegah dan meminimalkan kemungkinan
timbulnya pilih kasih di dalam melaksanakan promosi.
JALUR PROMOSI
Analisa jabatan
memberikan informasi dasar yang diperlukan utk menggambarkan jalur promosi
dalam suatu organisasi. Biasanya pernyataan” yang berada dalam pikirin para
karyawan / calon karyawan adalah sbb :
1. Menuju
jabatan apa jabatan ini
2. Demi
jabatan apa kita akan dipromosikan ke jabatan ini.
Karena itu
perencanaan yang jelas tentag jalur promosi perlu dilakukan sebab sering kalur
promosi tersebut terbatas pada suatu departeman saja. contoh : seorang pejabat
bagian produksi maksimal hanya bisa naik pangkat sampai direktur produksi.
1.2 Berbagi
Dasar Promosi
Pedoman yang
dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan adalah:
1. Pengalaman
(senioritas)
Pengalaman yaitu
promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan. Pertimbangan
promosi adalah pengalaman kerja seseorang, orang yang terlama bekerja pada
perusahaan mendapat prioritas utama dalam tindak promosi.
2. Kecakapan
(ability)
Kecakapan
(ability) yaitu seseorang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan.
Pertimbangan promosi adalah kecakapan, orang yang cakap atau ahli mendapat
prioritas pertama untuk dipromosikan. Kecakapan adalah total dari semua
keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.
3. Kombinasi
pengalaman dan kecakapan
Kombinasi
pengalaman dan kecakapan yaitu promosi yang berdasarkan lamanya pengalamandan
kecakapan. Pertimbangan promosi adalah berdasarkan lamanya dinas, ijazah
pendididkan formal yang dimiliki dan hasil ujian golongan. Jika seseorang lulus
dalam ujian dan hasil ujian kenaikan dipromosikan.
Cara ini adalah
dasar promosi yang terbaik dan paling tepat karena mempromosikan orang yang
paling berpengalaman dan terpintar sehingga kelemahan promosi yang hanya
berdasarkan pengalaman/kecakapan saja dapat diatasi.
1.3 Kecakapan
Kerja Versus Senioritas
Masalah
kecakapan kerja dan senioritas didalam perusahaan sulit untuk diputuskan
mengingat baik kecakapan maupun senioritas masing-masing mempunyai kelebihan
dan untuk memilih mana yang lebih baik. apabila kita kelompokkan kecakapan
kerja dan senioritas adalah sebagai berikut :
Kecakapan kerja:
Dalam kelompok
ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan kerja,
umumnya tidak sulit diterima dan mudah untuk menyesuaikan diri.
Senioritas:
Dalam kelompok
ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan kerja ,
umumnya sulit diterima karena kelompok ini sudah terbiasa dengan cara-cara lama
yang biasa dilakukan sehingga memerlukan pemahaman kembali dan adaptasi dalam
menghadapi perubahan.
Apabila kita
hubungkan dengan rencana promosi akan timbul pertanyaan mana yang lebih
prioritas untuk dipromosi, apabila perusahaan dihadapkan dua pilihan dimana
kelompok-kelompok tersebut sama-sama mempunyai kecakapan, mari berkompromi
dengan melihat nilai plus dari keduanya maka yang akan muncul adalah
senioritas.
Untuk lebih
jelas dan terukur perusahaan dapat membuat persyaratan seperti: persyaratan
promosi, pengalaman, pendidikan, kondite, dan masa kerja diperusahaan sehingga
terukur yang mana lebih unggul dan prioritas untuk di promosi. Cara ini lebih
ideal untuk mendapatkan keputusan objektif juga mudah dipertanggung jawabkan,
semoga cara ini dapat mengacu setiap pekerja baik yang sudah senior maupun yang
masih baru untuk eksis dipekerjaannya.
1.4 Penurunan
(Demotion)
Demosi merupakan
suatu bentuk mutasi vertikal yang berupa penurunan
pangkat/posisi/jabatan/pekerjaan yang secara otomatis dengan
penurunan pendapatan. Suatu demosi biasanya dilakukan karena seorang tenaga
kerja telah melakukan pelanggaran disiplin organisasi yang berat. Demosi adalah
perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah
di dalam suatu organisasi, wewenang,
tanggung jawab, pendapatan sertas statusnya semakin rendah.
Demosi adalah penurunan pangkat/jabatan seorang
karyawan yang dilakukan dalam suatu organisasi (Hasibuan, 2001: 114).
Tujuan demosi adalah untuk menghindari kerugian perusahaan, memberikan
jabata/posisi, gaji dan status yang tepat sesuai dengan kemampuan kecakapan
karyawan yang bersangkutan. Demosi ini merupakan hukuman
terhadap karyawan yang tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan
yang dipangkunya hingga jabatannya diturunkan.
1.5 Pemindahan
Memindahkan
karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain dalam satu tingkatan organisasi
secara horizontal tanpa adanya peningkatan tanggung jawab, kekuasaan maupun
gaji.
DASAR
PEMINDAHAN:
· Karyawan
yang bersangkutan
· Kehendak
perusahaan
Pemindahan yang
didasarkan atas keingian pegawai pada umunya hanya merupakan memindahan jabatan
yang sama. Alasan pemindahan tersebut misalnya pegawai tersebut merasa kurang
tepat pada jabatannya atau kurnag bisa kerja sama dengan kawan-kawan
sepekerjaan atau dengan atasan langsungnya.
Pemindahan
karena keinginan perusahaan dapat terjadi karena dua sebab. Sebab pertama
adalah untuk menjamin bahwa kepercayaan pegawai bahwa mereka tidak akan
diberhentikan karena kekurangan kecakapan dan jabatan yang lama. Sebab yang
kedua adalah untuk mengurangi rasa bosan pegawai karena dianggap terlalu lama
memegang jabatan yang sama.
Menurut
Manullang, pemindahan pegawai karena keinginan perusahan dapat terjadi sebagai
berikut:
1. Kebutuhan
untuk menyesuaikna sementara misalnya seseorang tidak masuk kerja
2. Mengatasi
keadaan darurat karena fluktuasi volume pekerjaan
3. Kebutuhan
latihan, misalnya rotasi jabatan
4. Kebutuhan
ploeg pekerja.
1.6 Rencana
Promosi dan Pemindahan
Sebaiknya suatu
perusahaan membuat rencana yang jelas untuk promosi dan pemindahan bagi para
karayawannya. Apabila perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan tidak
mempunyai acuan tentang dasar-dasar promosi dan pemindahan sehingga dalam
prakteknya sering terbentuk pada faktor subyektifitas. Oleh karena itu,
perusahaan harus menetapkan dan membuat:
1. Hubungan
horizontal dan vertikal dari masing-masing jabatan
Seorang karyawan
yang hendak dipindahkan atau dipromosikan tidak boleh ditempatkan pada
sembarang jabatan. Karawan tersebut harus ditempatkan ke jabatan yang ada
hubungannya dengan jabatan sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum diadakan
pemindahan pegawai harus ditentukan hubungan vertikal maupun horizontal dari
masing-masing karyawan.
2. Penulisan
kecakapan pegawai
Apabila hubungan
vertikal dan horizontal telah ditetapkan maka untuk menetukan calon siapa yang
akan dipromosikan atau dipindahkan ke jabatan yang lowong, harus diadakan
penilaian kecakapan pegawai-pegawai tersebut. Dengan penilaian yang diadakan
akan diperoleh keterangan pegawai mana yang pantas dipromosikan dan pegawai
mana yang akan dipindahkan.
3. Ramalan
lowongan dan data pegawai
Berkaitan dengan
lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan terdapat dua cara penetapan. Cara yang
pertama adalah dengan terlebih dahulu mendapatkan data trun over pegawai dan
kemudian menetukan proyek-proyek yang diharapkan dibuka. Dengan cara demikian
dapat ditetukan besarnya lowongan yang mungkin dibuka pada waktu yang akan
datang. Misalnya dalam suatu perusahaan terdapat dua ratus lima puluh orang dan
trunover pegawai adalah sepuluh persen. Proyek yang diharapkan dibuka
memerlukan tambahan karyawan sebanyak dua puluh orang, maka berdasarkan
keterangan di atas dapat diketahui bahwa ramalan lowongan berjumlah empat puluh
lima orang.
Cara yang kedua,
ramalan lowongan pekerjaan suatu perusahaan ditetapkan dengan membuat skema
organisasi tentang umur pegawai. Pada skema organisasi dipakai jenis warna
tertentu untuk menunjukkan umur dari pejabat. Misalnya pegawai yang berumur di
bawah 20 tahun diberi warna kuning, kelompok pegawai yang berumur antara 20
sampai 30 tahun diberi warna hijau, pegawai yang berumur antara 30 sampai 45
tahun iberi warna biru dan pegawai yang berumur 45 tahun atau lebih
dikelompokkan dan diberi warna merah. Dengan demikian dapat ditentukan ramalan
lowongan pekerjaan untuk beberapa waktu yang akan datang.
Sumber :

