Rabu, 31 Oktober 2018

Promosi dan Pemindahan ( Tugas 2 )

PROMOSI DAN PEMINDAHAN




Nama Dosen : Febriyanti Zulyani
Kelompok 7

1.      Bella Karinda                          (21215325)
2.      Inne Hanandita Supriyanto   (23215385)
3.      Wardah Resty F                     (27215108)

Kelas: 4EB19


PTA 2018/2019

FAKULTAS EKONOMI






Promosi dan Pemindahan

1.1      Jalur Promosi

Pengertian Promosi Jabatan
Motivasi yang mendorong seseorang untuk berpatisispasi aktif dalam suatu organisasi antara lain adalah kesempatan untuk maju. Sifat dasar manusia pada umumnya ingin menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai pada saat ini. Karena itulah mereka pada umumnya menginginkan kemajuan dalam hidupnya. Kesempatan untuk maju di dalam suatu organisasi dinamakan dengan promosi (penaikan jabatan). Suatu promosi berarti pula pemindahan dari suatu jabatan ke jabatan yang lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Hal ini berarti bahwa kompensasi (penerimaan upah/gaji dan sebagainya) pada umumnya lebih tinggi bila dibanding dengan pada jabatan lama. Suatu promosi jabatan pada umumnya didambakan oleh setiap anggota organisasi. Oleh karena itu suatu program promosi perlu diadakan,yang mengandung hal-hal berikut :
a.    Ke arah mana suatu jabatan akan maju ?
b.    Sampai dimanakah jenjang akhir suatu jabatan yang dapat dicapai ?
c.    Kriteria apa dan/atau persyaratan yang bagaimana diperlukan untuk promosi jabatan tersebut ? dan sebagainya.

Untuk itu semua perlulah kiranya diketahui lebih jauh tentang jalur promosi, dasar-dasar untuk promosi, kecakapan kerja dan senioritas dan sebagainya, yang relevan dengan maksud dan tujuan promosi jabatan. Perpindahan seseorang pada jabatan baru dapat juga terjadi apabila organisasi yang bersangkutan mengalami ekspansi ataupun karena adanya lowongan yang harus segera diisi. Perwujudan dan prinsip orang yang tepat pada jabatan yang tepat, baik dengan jalan pemindahan ataupun dengan jalan lain, bukan saja akan membawa hasil yang baik bagi organisasi, tetapi juga kepada petugas yang bersangkutan.

Disinilah pentingnya suatu promosi untuk meningkatkan motivasi seseorang petugas dalam suatu organisasi. Namun pemberian promosi harus bertitik tolak untuk kepentingan organisasi dan bukan untuk kepentingan pribadi seseorang petugas. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengertian promosi jabatan, berikut dikemukakan beberapa definisi promosi jabatan menurut beberapa ahli lain :

Flippo yang dikutif oleh H. Malayu S.P Hasibuan ( 2000 ; 108 ) menyatakan bahwa : “Promosi berarti perpindahan dari suatu jabatan kejabatan yang lain yang mempunyai status yang lebih tinggi. Biasanya perpindahann kejabatan yang lebih tinggi ini disertai dengan peningkatan gaji atau cepat lainnya, walaupun tidak selalu demikian.”Sedangkan Andrew F. Sikula yang dikutif oleh Malayu S.P Hasibuan ( 2004 ; 100 ) sebagai berikut : “Secara teknis promosi adalah suatu perpindahan didala organisasi dan posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah maupun status.”

Berdasarkan kepada definisi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa promosi mempunyai arti yang penting bagi instansi, sebab dengan promosi berarti kestabilan instansi dan moral pegawai akan lebih terjamin.
Promosi akan selalu diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih tinggi daripada jabatan yang diduduki sebelumnya. Seseorang dipromosikan karena dianggap mempunyai prestasi rata-rata lebih tinggi dari pegawai yang lain meskipun mungkin oleh pimpinan dinilai prestasi yang ada belum memuaskan.

Adapun syarat-syarat yang perlu ditetapkan dalam melaksanakan promosi yaitu:
a.    Pengalaman
b.    Tingkat pendidikan
c.    Loyalitas
d.    Kejujuran
e.    Tanggung jawab
f.    Kepandaian bergaul
g.    Prestasi kerja
h.    Inisiatif dan kreatif

Syarat-syarat promosi ini harus dinyatakan secara tegas. Untuk dapat dipromosikan maka perlu setiap karyawan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Syarat-syarat tesebut hendaknya menjamin kestabilan perusahaan dan mampu meningkatkan moral kerja dari para karyawannya. Selain itu dengan penetapan syarat-syarat yang tegas dan jelas, akan dapat mencegah dan  meminimalkan kemungkinan timbulnya pilih kasih di dalam melaksanakan promosi.

JALUR PROMOSI
Analisa jabatan memberikan informasi dasar yang diperlukan utk menggambarkan jalur promosi dalam suatu organisasi. Biasanya pernyataan” yang berada dalam pikirin para karyawan / calon karyawan adalah sbb :
1.     Menuju jabatan apa jabatan ini
2.    Demi jabatan apa kita akan dipromosikan ke jabatan ini.

Karena itu perencanaan yang jelas tentag jalur promosi perlu dilakukan sebab sering kalur promosi tersebut terbatas pada suatu departeman saja. contoh : seorang pejabat bagian produksi maksimal hanya bisa naik pangkat sampai direktur produksi.

1.2      Berbagi Dasar Promosi
Pedoman yang dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan adalah:

1.     Pengalaman (senioritas)
Pengalaman yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan. Pertimbangan promosi adalah pengalaman kerja seseorang, orang yang terlama bekerja pada perusahaan mendapat prioritas utama dalam tindak promosi.

2.    Kecakapan (ability)
Kecakapan (ability) yaitu seseorang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan. Pertimbangan promosi adalah kecakapan, orang yang cakap atau ahli mendapat prioritas pertama untuk dipromosikan. Kecakapan adalah total dari semua keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.

3.    Kombinasi pengalaman dan kecakapan
Kombinasi pengalaman dan kecakapan yaitu promosi yang berdasarkan lamanya pengalamandan kecakapan. Pertimbangan promosi adalah berdasarkan lamanya dinas, ijazah pendididkan formal yang dimiliki dan hasil ujian golongan. Jika seseorang lulus dalam ujian dan hasil ujian kenaikan dipromosikan.

Cara ini adalah dasar promosi yang terbaik dan paling tepat karena mempromosikan orang yang paling berpengalaman  dan terpintar sehingga kelemahan promosi yang hanya berdasarkan pengalaman/kecakapan saja dapat diatasi.

1.3      Kecakapan Kerja Versus Senioritas

Masalah kecakapan kerja dan senioritas didalam perusahaan sulit untuk diputuskan mengingat baik kecakapan maupun senioritas masing-masing mempunyai kelebihan dan untuk memilih mana yang lebih baik. apabila kita kelompokkan kecakapan kerja dan senioritas adalah sebagai berikut :
Kecakapan kerja:

Dalam kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan kerja, umumnya tidak sulit diterima dan mudah untuk menyesuaikan diri.
Senioritas:

Dalam kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan kerja , umumnya sulit diterima karena kelompok ini sudah terbiasa dengan cara-cara lama yang biasa dilakukan sehingga memerlukan pemahaman kembali dan adaptasi dalam menghadapi perubahan.
Apabila kita hubungkan dengan rencana promosi akan timbul pertanyaan mana yang lebih prioritas untuk dipromosi, apabila perusahaan dihadapkan dua pilihan dimana kelompok-kelompok tersebut sama-sama mempunyai kecakapan, mari berkompromi dengan melihat nilai plus dari keduanya maka yang akan muncul adalah senioritas.

Untuk lebih jelas dan terukur perusahaan dapat membuat persyaratan seperti: persyaratan promosi, pengalaman, pendidikan, kondite, dan masa kerja diperusahaan sehingga terukur yang mana lebih unggul dan prioritas untuk di promosi. Cara ini lebih ideal untuk mendapatkan keputusan objektif juga mudah dipertanggung jawabkan, semoga cara ini dapat mengacu setiap pekerja baik yang sudah senior maupun yang masih baru untuk eksis dipekerjaannya.

1.4      Penurunan (Demotion)

Demosi merupakan suatu bentuk mutasi vertikal yang berupa penurunan pangkat/posisi/jabatan/pekerjaan yang secara otomatis dengan penurunan pendapatan. Suatu demosi biasanya dilakukan karena seorang tenaga kerja telah melakukan pelanggaran disiplin organisasi yang berat. Demosi adalah perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah di dalam suatu organisasi, wewenang, tanggung jawab, pendapatan sertas statusnya semakin rendah.
Demosi adalah penurunan pangkat/jabatan seorang karyawan yang dilakukan dalam suatu organisasi (Hasibuan, 2001: 114). Tujuan demosi adalah untuk menghindari kerugian perusahaan, memberikan jabata/posisi, gaji dan status yang tepat sesuai dengan kemampuan kecakapan karyawan yang bersangkutan. Demosi ini merupakan hukuman terhadap karyawan yang tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan yang dipangkunya hingga jabatannya diturunkan.

1.5      Pemindahan
Memindahkan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain dalam satu tingkatan organisasi secara horizontal tanpa adanya peningkatan tanggung jawab, kekuasaan maupun gaji.

DASAR PEMINDAHAN:
·         Karyawan yang bersangkutan
·         Kehendak perusahaan
Pemindahan yang didasarkan atas keingian pegawai pada umunya hanya merupakan memindahan jabatan yang sama. Alasan pemindahan tersebut misalnya pegawai tersebut merasa kurang tepat pada jabatannya atau kurnag bisa kerja sama dengan kawan-kawan sepekerjaan atau dengan atasan langsungnya.

Pemindahan karena keinginan perusahaan dapat terjadi karena dua sebab. Sebab pertama adalah untuk menjamin bahwa kepercayaan pegawai bahwa mereka tidak akan diberhentikan karena kekurangan kecakapan dan jabatan yang lama. Sebab yang kedua adalah untuk mengurangi rasa bosan pegawai karena dianggap terlalu lama memegang jabatan yang sama.
Menurut Manullang, pemindahan pegawai karena keinginan perusahan dapat terjadi sebagai berikut:

1.      Kebutuhan untuk menyesuaikna sementara misalnya seseorang tidak masuk kerja
2.     Mengatasi keadaan darurat karena fluktuasi volume pekerjaan
3.     Kebutuhan latihan, misalnya rotasi jabatan
4.     Kebutuhan ploeg pekerja.

1.6      Rencana Promosi dan Pemindahan
Sebaiknya suatu perusahaan membuat rencana yang jelas untuk promosi dan pemindahan bagi para karayawannya. Apabila perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan tidak mempunyai acuan tentang dasar-dasar promosi dan pemindahan sehingga dalam prakteknya sering terbentuk pada faktor subyektifitas. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan dan membuat:

1.     Hubungan horizontal dan vertikal dari masing-masing jabatan
Seorang karyawan yang hendak dipindahkan atau dipromosikan tidak boleh ditempatkan pada sembarang jabatan. Karawan tersebut harus ditempatkan ke jabatan yang ada hubungannya dengan jabatan sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum diadakan pemindahan pegawai harus ditentukan hubungan vertikal maupun horizontal dari masing-masing karyawan.

2.    Penulisan kecakapan pegawai
Apabila hubungan vertikal dan horizontal telah ditetapkan maka untuk menetukan calon siapa yang akan dipromosikan atau dipindahkan ke jabatan yang lowong, harus diadakan penilaian kecakapan pegawai-pegawai tersebut. Dengan penilaian yang diadakan akan diperoleh keterangan pegawai mana yang pantas dipromosikan dan pegawai mana yang akan dipindahkan.

3.    Ramalan lowongan dan data pegawai
Berkaitan dengan lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan terdapat dua cara penetapan. Cara yang pertama adalah dengan terlebih dahulu mendapatkan data trun over pegawai dan kemudian menetukan proyek-proyek yang diharapkan dibuka. Dengan cara demikian dapat ditetukan besarnya lowongan yang mungkin dibuka pada waktu yang akan datang. Misalnya dalam suatu perusahaan terdapat dua ratus lima puluh orang dan trunover pegawai adalah sepuluh persen. Proyek yang diharapkan dibuka memerlukan tambahan karyawan sebanyak dua puluh orang, maka berdasarkan keterangan di atas dapat diketahui bahwa ramalan lowongan berjumlah empat puluh lima orang.

Cara yang kedua, ramalan lowongan pekerjaan suatu perusahaan ditetapkan dengan membuat skema organisasi tentang umur pegawai. Pada skema organisasi dipakai jenis warna tertentu untuk menunjukkan umur dari pejabat. Misalnya pegawai yang berumur di bawah 20 tahun diberi warna kuning, kelompok pegawai yang berumur antara 20 sampai 30 tahun diberi warna hijau, pegawai yang berumur antara 30 sampai 45 tahun iberi warna biru dan pegawai yang berumur 45 tahun atau lebih dikelompokkan dan diberi warna merah. Dengan demikian dapat ditentukan ramalan lowongan pekerjaan untuk beberapa waktu yang akan datang.









Sumber :


Kamis, 11 Oktober 2018

STRUKTUR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY

      TRUKTUR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY


RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Rapat Umum Pemegang Saham merupakan Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam undang-undang dan/atau Anggaran
Dasar Perseroan.
DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris Perseroan bertugas untuk melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, dan memberikan nasihat kepada Direksi Perseroan.
Ø  Tugas dan Tanggungjawab
·     Dalam rangka mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung-jawabnya Dewan Komisaris wajib membentuk Komite Audit dan dapat membentuk komite-komite lainnya.
·       Dewan Komisaris juga berhak untuk meminta bantuan tenaga akhli untuk jangka waktu terbatas atas beban Perseroan.
·         Setiap akhir tahunbuku Dewan Komisaris wajib melakukan evaluasi terhadap kinerja komite-komite yang membantu pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana dimaksud pada butir 4 diatas.
·         Setiap anggota Dewan Komisaris bertanggung jawab penuh secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Dewan Komisaris dalam menjalankan tugasnya.
·         Melakukan tindakan untuk kepentingan Perseroan dan bertanggung jawab kepada RUPS.
·    Memberikan pendapat dan saran yang sesuai dengan tugas pengawasan Dewan Komisaris mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan.
·         Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, dan segera melaporkan kepada RUPS apabila Perseroan menunjukkan gejala kemunduran yang mencolok disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh.
DIREKSI
Direksi adalah organ perseroan  yang  berwenang dan bertanggung-jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai dengan  ketentuan Anggaran Dasar.
Direksi bertanggungjawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan. Dalam mencapai maksud dan tujuannya. Direksi juga berkewajiban untuk menjamin bahwa semua asset Perseroan telah digunakan sesuai peruntukannya guna kepentingan Perseroan dan para Pemegang Saham Perseroan.
Ø  Tugas dan Tanggungjawab
·     Direksi juga berkewajiban untuk menjamin bahwa semua aset Perseroan telah digunakan sesuai peruntukannya guna kepentingan Perseroan dan para Pemegang Saham Perseroan.
·         Menentukan arah usaha dan visi misi serta sebagai pimpinan umum dala mengelola perusahaan. Memegang kekuasaan dan kendali secara penuh dan bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap pengembangan     perusahaan.
·       Menentukan  kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, termasuk juga melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
KOMITE AUDIT
Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan tujuan untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasannya. Pada saat ini Komite Audit merupakan satu-satunya komite yang berada di bawah Dewan Komisaris.
Ø  Tugas dan Tanggungjawab
·         membantu Dewan Komisaris dalam mengevaluasi laporan-laporan yang disampaikan oleh Direksi Perseroan, baik berupa laporan keuangan maupun laporan kegiatan operasional lainnya.
·         memastikan bahwa laporan keuangan Perseroan telah dibuat dan disusun sesuai dengan ketentuanketentuan yang berlaku, termasuk telah diterapkannya Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
·         memastikan bahwa sistem pengendalian internal telah dilaksanakan secara memadai.
·         memberi masukkan kepada Dewan Komisaris tentang hal-hal yang dianggap perlu sehubungan dengan kegiatan operasional perusahaan.

SEKRETARIS PERUSAHAAN
SekretarisPerusahaan berfungsi sebagaipenghubung antara Perseroan  dengan pihak-pihak lain di luar Perseroan, dan bertugas untuk mendapatkan kepastian bahwa Perseroan telah mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris Perusahaan  bertanggung jawab kepada Direksi Perseroan.

Ø  Tugas dan Tanggungjawab
·         Sebagai penghubung antara Perseroan dengan para pemegang saham, otoritas pasar modal seperti OJK serta Bursa Efek, komunitas pasar modal, biro administrasi efek, media massa, serta masyarakat umum lainnya.
·         Mengikuti perkembangan pasar modal dan bursa efek, khususnya dalam masalah ketentuan perundangundangan dan peraturan lainnya yang berlaku di pasar modal.
·         Memberikan masukan dan usulan kepada Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan untuk menjalankan dan mematuhi aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan di dalam Anggaran Dasar Perseroan, Undang-undang Pasar Modal, Undang-undang Perseroan Terbatas, dan undang-undang serta peraturan pemerintah lain yang berlaku di Indonesia.
·         Mematuhi ketentuan-ketentuan OJK dan Bursa Efek sehubungan dengan kewajiban-kewajiban Perseroan sebagai perusahaan publik.

INTERNAL AUDIT
Internal Audit adalah suatu fungsi penilaian yang independen yang ada di dalam suatu organisasi, dengan tujuan untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi tersebut. Internal Audit dituntut untuk bertindak dan bersikap secara independen, namun diharapkan dapat tetap berperan secara obyektif dan profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam penyempurnaan organisasi secara keseluruhan.
·         Divisi Internal Audit bertanggung-jawab untuk membantu Direksi dalam menjalankan fungsi pengendalian terhadap seluruh kegiatan operasional Perseroan. Divisi Internal Audit berkewajiban utuk menyusun rencana, melaksanakan, melakukan koordinasi, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan audit di internal Perseroan. Divisi Internal Audit juga diharapkan dapat  memberikan masukan berupa opini yang obyektif dan memberikan saran-saran yang diperlukan Perseroan. Divisi Internal Audit bertanggung-jawab langsung kepada Direksi Perseroan. Kepala Divisi Internal Audit diangkat dan diberhentikan oleh Direksi Perseroan.
·         Pada tahunbuku 2014 Divisi Internal Audit secara berkala melakukan audit terutama sekali atas kegiatan operasional di divisi Sales & Distribution, divisi Marketing, dan seksi Purchasing.
PENJUALAN DAN DISTRIBUSI
Distribusi adalah kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dibuat dari produsen ke konsumen agar tersebar luas. Kegiatan distribusi berfungsi mendekatkan produsen dengan konsumen sehingga barang atau jasa dari seluruh indonesia atau luar indonesia dapat kita barang dan jasa tersebut.
  • Mengklasifikasi barang atau memilahnya sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitasnya. 
  • Memperkenalkan barang atau jasa yang diperdagangkan kepada konsumen, seperti dengan reklame atau iklan. 
  • Membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar.
  • Menyusun rencana pemasaran untuk semua produk PT Ultrajaya.
  • Bertanggung jawab penuh dalam hal penjualan distibusi produk-produk PTUltrajaya ke seluruh Indonesia pada target Outlet yang ditetapkan.
  • Membina hubungan baik dengan semua pelanggan PT Ultrajaya.
PERSONALIA & UMUM

Direktur personalia adalah orang yang bertugas mengembangkan sistem perencanaan personalia serta mengendalikan suatu kebijakan untuk para pegawai.

Sesuai dengan namanya, posisi jabatan ini terkait dengan tenga kerja dan sumber daya manusia. Direktur personalia bertugas:
·         Mengembangkan sistem perencanaan personalia dan pengendalian kebijakan pegawai.
·         Melaksanakan kebutuhan administrasi dan kepagawaian.
·         Membina pengembangan staff administrasi.
MANUFACTURING
·         Bertanggung jawab penuh dalam hal produksi semua produk.
·         PT Ultrajaya sesuai dengan jumlah dan kualitas yang sudah ditetapkan.Bertanggung jawab penuh dalam hal kelancaran produksi dan perawatanmesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi.
ENGINEERING
·         Membantu departemen manfacturing dalam hal pemeliharaan perbaikandan pengawasan mesin-mesin produksi yang digunakan.
·         Mengurus segala administrasi yang berhubungan dengan divisi engineering operational.
·         Mengajukan usulan pengembangan sistem pengelolaan berkaitan dengan efektivitas dan keandalan bagian Engineering.
PENGADAAN
·         Menetapkan Rencana Umum Pengadaan;
·         Mengawasi penyimpanan dan pemeliharaan seluruh Dokumen Pengadaan Barang/Jasa.
PEMASARAN
·         Menyusun rencana pemasaran untuk semua produk PT Ultrajaya.
·  Melakukan evaluasi aktivitas pemasaran sesuai dengan strategi perusahaan yang telah ditetapkan.c.Berkerja sama dengan pihak lain seperti biro iklan atau Departemen lainseperti bagian produksi untuk memastikan aktivitas pemasaran dapatdilakukan dengan baik.
·         Bertanggung jawab terhadap bagian pemasaran
KEUANGAN DAN AKUNTANSI
·         Bertanggung jawab penuh dalam hal pelaporan keuangan dan akuntansi PT Ultrajaya sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.
·          Menyusun laporan rutin dan melaporkan kepada dewan direksi.
·         Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan.
·         Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian yang terkait masalah keuangan.
·         Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya.
·         Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk memastikan dan menjamin tidak adanya kebocoran terkait penggunaan keuangan.
INFORMASI DAN TEKNOLOGI
·         Bertanggun jawab penuh dalam hal penyusunan dan pengendalian system informasi di PT Ultrajaya.
·         Membantu setiap unit kerja di PT Ultrajaya demi kelancaran penyediaan informasi untuk dewan direksi.
·         Bertanggung jawab memelihara system jaringan
·         Mengoptimalisasi perangkat IT atau server yang ada di PT Ultrajaya 

Selasa, 26 Juni 2018

MODALS

Inne Hanandita S
23215385
3EB19

MODALS

    1.    Types of Modals

Modal Present
Modal Past
    Can
  Could / Be capable of / be able to / manage to
    Will
   Would / he doing to /  be about to / be going to
    Shall  
     Sould / ought to
    May  
   Might / perhaps / protable / possible / presumable bad better / be supposed to
    Must
     Has or have to / Had to


2.  Function of modals
     1.     Can
              a.     Ability (menyatakan kemampuan)
              b.     Possibility (menyatakan kemungkinan)
              c.      Permission (menyatakan izin)
              d.     Courtesy request (menyatakan permohonan sopan)
     2.     Will
              a.     Plan (menyatakan rencana)
              b.     Willingness (menyatakan kemauan)
              c.      Prediction(menyatakan perkiraan)
     3.     Shall
              a.     Plan (menyatakan rencana)
              b.     Suggestion (menyatakan saran)
     4.     May
              a.     Imposibility (menyatkan ketidak mungkinan 100%)
              b.     Permission (menyatakan izin)
     5.     Must
              a.     Obligation (menyatakan keharusan)

     3.    Example
     1.     Can
              a.     Ability

Type 1
              1)    You can buy anything with your money but you can not buy love.
              2)    we can eat 10 burgers within 10 minutes
Type 2
              1)    I could pass the exam easily last year
              2)    They are able to make movie is very creepy
     b.    Possibility

Type 1
              1)    I can visit your new home if I have finished my work
              2)    We can go if you are in Jakarta
Type 2
              1)    I be able to help you if you want
              2)    We could go to the cinema if you want

     c.      Permission

Type 1
              1)    You can watch TV after doing your homework
              2)    We can dinner together after you work
Type 2
              1)    You be able to borrow my novel tomorrow morning
              2)    We could singing together in Merry’s party

     d.    Courtesy request

Type 1
              1)    Can I drive your car?
              2)    Can We can dinner together after you work ?
Type 2
              1)    Could you please tell me where Sara’s home?
              2)    Could you please singing for my birthday?

     2.     Will

     a.     Plan

Type 1
              1)    I will mudik to Brebes with my husband
              2)    I will come to your graduation and give you 100 sunflowers
Type 2
              1)    I would swimming in Gucci
              2)    I’m going to beach next weekend with my friends
     b.    Willingness

Type 1
              1)    I will make you smile every single day
              2)    I will catch you if you fall <3
Type 2
              1)    I would give a fish for your cat
              2)    I would cooking for you

     c.      Prediction

Type 1
              1)    The cat will be die if you don’t give it some food
              2)    I think she will not come to your graduation because she sick
Type 2
              1)    I would buy 100 sunflowers for you I have enough money
              2)    I’m going to beach next weekend with my friends if I don’t late

     3.     Shall

     a.     Plan

Type 1
              1)    We shall return the book this week end
              2)    I shall not text you tonight
Type 2
              1)    Sould we going to Singapore, we can see the beautiful park
              2)    We sould do the test well for this year

     b.    Suggestion

Type 1
              1)    I shall go tomorrow
              2)    I shall go to bandung with my new car
Type 2
              1)    Drivers sould obey the speed limit
              2)    You souldn’t leave your key in car

     4.     May
     a.     Imposibility

Type 1
              1)    I may never trust you again because you are is lier
              2)    Rifan does not come to the class, he may get up late
Type 2
              1)    I might don’t come to your party because my brother sick
              2)    Sinta might never let you fall if you didn’t make her cry

     b.    Permission

Type 1
              1)    May I go to toilet?
              2)    May I ask you a question?
Type 2
              1)    You might meet your mom
              2)    You might watch TV after doing your homework

     5.     Must

     a.     Obligation
Type 1
              1)    You must pay all of these
              2)    You must not be late
Type 2
              1)    We had to keep the secret
              2)    We have to get it back to Mr Keban