AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN
NAMA : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM : 23215385
KELAS : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI
TUGAS : KE-2 PENGANTAR BISNIS (#Softskill)
Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.
Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
Laporan keuangan
Adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Lporan laba rugi
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan atau pendapatan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Pemakai Laporan keuangan
A. Pihak Internal Perusahaan
Pihak internal perusahaan merupakan pihak yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan. Terutama oleh manajer, manajer dalam divisi apapun itu. laporan keuangan akuntansi sangat penting bagi manajer. laporan keuangan bisa digunakan untuk mengambil keputusan kebijakan dalam operasi perusahaan bagi seorang manajer. baik itu keputusan keputusan strategis perusahaan dan rencana rencana yang akan dijalankan untuk memaksimalkan keuntungan. semuanya berasal dari laporan keuangan sebagaai bahan dasarnya.
B. Pihak Eksternal Perusahaan
nah, pengguna laporan keuangan pihak eksternal perusahaan ini banyak sekali pihak pihak yang disebut "pihak eksternal", menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dirilis oleh IAI tahun 2002:2-3, pengguna laporan keuangan dari luar perusahaan berikut diantaranya:
- Investor
Seorang investor atau penanam modal dalam perusahaan juga dengan para penasihatnya berkepentingan mengetahui hasil dari investasi mereka, juga dengan resiko resiko melekat dan yang mungkin akan ditimbulkan dari investasi yang telah mereka keluarkan untuk perusahaan. kepentingannya sangat sederhana, mendapatkan laba, serta memutuskan apakah mereka tetap akan menjadi investor, mengurangi jumlah kepemilikan saham atau bahkan menarik diri (menjual saham) dari perusahaan. mereka juga tertarik dengan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden bagi mereka.
- Karyawan
Karyawan perusahaan atau kelompok yang mewakili suara merka juga membutuhkan informasi mengenai tingkat profitabilitas serta tingkat kestabilitas perusahaan. mereka ingin mengetahui informasi yang memungkinkan para karyawan untuk mengetahui kemampuan perusahaannya dalam memberikan tingkat upah (balas jasa), mengetaui informasi kesempatan kerja juga informasi manfaat pensiun.
- Kreditur
Pemberi Pinjaman atau kreditur juga berkepentingan dengan laporan keuangan yang bisa memberikan informasi bagi mereka apakah pinjaman yang telah mereka berikan juga bunganya bisa terbayarkan saat sudah jatuh tempo nanti. Pemberi pinjaman ini bisa bank atau lembaga bukan bank atau individu dan entitas lainnya.
- Pemasok (rekanan) dan kreditor usaha
Pemasok atau rekanan misal pemasok bahan baku bagi perusahaan juga memerlukan dengan laporan keuangan untuk mereka mengambil keputusan apakah nominal yang terhutang akan terbayar saat tiba jatuh tempo. kreditor usaha memerlukan informasi untuk kepentingan apabila perusahaan yang dihutangi adalah pelanggan utama perusahaan pemasok, dan kelangsungan hidup pemasok ini tergantung pada mereka.
- Pemerintah
Nah, kepentingannya dominan berkaitan dengan pajak, pemerintah memerlukan laporan keuangan perusahaan untuk mengatur aktivitasnya, menyusun statistik untuk kepentingan negara tentunya, juga yang utama adalah menetapkan kebijakan pajaknya. akuntansi yang digunakan disini berbeda antara laporan akuntansi keuangan perusahaan, biasa disebut dengan Akuntansi Perpajakan
- Pelanggan
Jika suatu pelanggan terlibat dalam suatu perjanjian jangka panjang dengan perusahaan, mereka juga membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan
- Masyarakat
Sebuah perusahaan bisa mempengaruhi masyarakat dalam beberapa cara, misal jumlah orang yang menjadi pekerja diperusahaan, perlindungan untuk penanam modal dalam negeri. informasikeuangan perusahaan bisa membantu masyarakt menyediakn info atau trend perkembangan terahir tentang rangkaian aktifitas perusahaan.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
- Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna;
- Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna;
- Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material;
- Dapat diperbandingkan
Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.
Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Jasa
LAPORAN LABA RUGI
NERACA
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Dagang
LAPORAN LABA RUGI

PERUBAHAN MODAL

NERACA SALDO

ARUS KAS

Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur
NERACA
| I | AKTIVA | |||||
| i | AKITVA LANCAR | 1,328,093,834.69 | 1,348,131,964.16 | |||
| Kas Utama | 258,152,300.00 | 219,429,455.00 | ||||
| Kas Bank BRI | 425,245,303.14 | 467,773,004.45 | ||||
| Kas Bank BNI | 358,664,231.55 | 394,530,654.71 | ||||
| Piutang Dagang | 264,578,500.00 | 242,800,000.00 | ||||
| Perlengkapan ATK | 21,453,500.00 | 23,598,850.00 | ||||
| ii | Persediaan | 1,489,944,575.00 | 2,012,892,197.50 | |||
| Persediaan Barang Jadi | 1,404,331,000.00 | 1,895,630,300.00 | ||||
| Persediaan Dalam Proses | 25,152,500.00 | 37,728,750.00 | ||||
| Persediaan Bahan Baku | 55,792,325.00 | 72,530,022.50 | ||||
| Persediaan Bahan Pembantu | 4,668,750.00 | 7,003,125.00 | ||||
| iii | AKTIVA LANCAR LAINNYA | 204,100,000.00 | 183,690,000.00 | |||
| Beban Dibayar dimuka | 123,450,000.00 | 111,105,000.00 | ||||
| Asuransi Dibayar dimuka | 35,250,000.00 | 31,725,000.00 | ||||
| Beban Iklan di bayar di muka | 45,400,000.00 | 40,860,000.00 | ||||
| iv | AKTIVA TETAP | 3,448,945,666.67 | 3,278,501,833.34 | |||
| Inventaris Kantor | 150,000,000.00 | 150,000,000.00 | ||||
| Akumulasi Penyusutan Inventaris Kantor | (30,000,000.00) | (45,000,000.00) | ||||
| Peralatan | 635,500,000.00 | 635,500,000.00 | ||||
| Akumulasi Penyusutan Peralatan | (150,554,333.33) | (225,831,500.00) | ||||
| Kendaraan | 750,000,000.00 | 750,000,000.00 | ||||
| Akumulasi Penyusutan Kendaraan | (160,333,333.33) | (240,500,000.00) | ||||
| Gedung | 850,000,000.00 | 850,000,000.00 | ||||
| Akumulasi Penyusutan Gedung | 154,333,333.33 | 154,333,333.33 | ||||
| Tanah | 1,250,000,000.00 | 1,250,000,000.00 | ||||
| v | AKTIVA LAINNYA | - | - | |||
| Investasi Pada Pihak Ketiga | - | - | ||||
| TOTAL AKTIVA ( i + ii + iii + iv + v ) | 6,471,084,076.36 | 6,823,215,995.00 | ||||
| II | KEWAJIBAN DAN MODAL | |||||
| i | KEWAJIBAN LANCAR | 2,490,074,000.00 | 2,116,562,900.00 | |||
| Utang Dagang | 562,431,500.00 | 478,066,775.00 | ||||
| Utang Jatuh Tempo | 52,642,500.00 | 44,746,125.00 | ||||
| Utang Bank | 1,875,000,000.00 | 1,593,750,000.00 | ||||
| ii | KEWAJIBAN JANGKA PANJANG | 1,250,000,000.00 | 1,750,000,000.00 | |||
| Investasi Pihak Pemerintah Daerah | 500,000,000.00 | 500,000,000.00 | ||||
| Investasi Pihak Ketiga | 750,000,000.00 | 1,250,000,000.00 | ||||
| iii | MODAL | 2,731,010,076.70 | 2,956,653,095.00 | |||
| Modal Pemilik | 2,000,000,000.00 | 2,000,000,000.00 | ||||
| Laba Tahun Lalu | 609,569,893.36 | 731,010,076.70 | ||||
| Laba Tahun Berjalan | 121,440,183.34 | 225,643,018.30 | ||||
| TOTAL kewajiban dan modal ( i + ii + iii ) | 6,471,084,076.70 | 6,823,215,995.00 | ||||
LAPORAN LABA RUGI
I
|
PENJUALAN
| |||||
Penjualan
|
987,664,500.00
|
1,326,500,000.00
| ||||
Return Penjualan
|
-
|
-
| ||||
Potongan Penjualan
|
-
|
-
| ||||
Total Penjualan Bersih
|
987,664,500.00
|
1,326,500,000.00
| ||||
II
|
HARGA POKOK PRODUKSI
| |||||
Harga Pokok Produksi (HPP)
|
443,211,908.33
|
571,212,522.50
| ||||
Laba Kotor ( I- II )
|
544,452,591.67
|
755,287,477.50
| ||||
BEBAN USAHA
| ||||||
BEBAN KANTOR
|
110,331,500.00
|
187,169,550.00
| ||||
Beban Gaji Karyawan
|
89,500,000.00
|
89,500,000.00
| ||||
Beban Listrik
|
7,831,000.00
|
8,614,100.00
| ||||
Beban Telpon & Internet
|
9,550,000.00
|
85,950,000.00
| ||||
Beban Air
|
3,450,500.00
|
3,105,450.00
| ||||
-
| ||||||
BEBAN GUDANG & PEMASARAN
|
250,186,000.00
|
252,854,600.00
| ||||
Beban Gaji Karyawan
|
158,500,000.00
|
158,500,000.00
| ||||
Beban Transportasi
|
16,475,000.00
|
18,122,500.00
| ||||
Beban Iklan
|
4,540,000.00
|
4,994,000.00
| ||||
Beban Perlengkapan
|
5,321,000.00
|
5,853,100.00
| ||||
Beban Bungan Bank
|
65,000,000.00
|
65,000,000.00
| ||||
Beban Lain-lain
|
350,000.00
|
385,000.00
| ||||
LABA / RUGI PERUSAHAAN
| ||||||
Laba Bersih Sebelum Pajak
|
183,935,091.67
|
315,263,327.50
| ||||
PENDAPATAN LAINNYA
| ||||||
Bunga Bank BRI
|
4,017,408.37
|
5,219,223.78
| ||||
Bunga Bank BNI
|
3,387,683.30
|
4,401,085.42
| ||||
7,405,091.67
|
9,620,309.20
| |||||
Laba Bersih Sebelum Pajak
|
191,340,183.34
|
324,883,636.70
| ||||
BIAYA LAINNYA
| ||||||
Pajak Pertambahan Nilai
|
52,425,000.00
|
74,430,463.80
| ||||
Pajak Penghasilan
|
17,475,000.00
|
24,810,154.60
| ||||
69,900,000.00
|
99,240,618.40
| |||||
Laba Bersih Perusahaan
|
121,440,183.34
|
225,643,018.30
| ||||
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
| I | PEMBELIAN DAN BIAYA | |||||
| i | BAHAN BAKU | 448,310,175.00 | 637,762,302.50 | |||
| Persediaan Awal | 45,352,500.00 | 55,792,325.00 | ||||
| Pembelian Bahan Baku | 458,750,000.00 | 654,500,000.00 | ||||
| Return Pembelian | - | - | ||||
| Total Bahan Baku | 504,102,500.00 | 710,292,325.00 | ||||
| Persediaan Akhir | 55,792,325.00 | 72,530,022.50 | ||||
| Bahan Baku terpakai | 448,310,175.00 | 637,762,302.50 | ||||
| ii | BAHAN PEMBANTU | 54,831,250.00 | 59,015,625.00 | |||
| Persediaan Awal | 5,150,000.00 | 4,668,750.00 | ||||
| Pembelian Bahan Pembantu | 54,350,000.00 | 61,350,000.00 | ||||
| 59,500,000.00 | 66,018,750.00 | |||||
| Persediaan Bahan Baku Ahir | 4,668,750.00 | 7,003,125.00 | ||||
| Bahan Baku Terpakai | 54,831,250.00 | 59,015,625.00 | ||||
| iii | TENAGA KERJA | 188,470,000.00 | 197,893,500.00 | |||
| Gaji Karyawan | 121,550,000.00 | 127,627,500.00 | ||||
| Tunjangan | 51,420,000.00 | 53,991,000.00 | ||||
| Bonus | 15,500,000.00 | 16,275,000.00 | ||||
| iv | BIAYA PRODUKSI PABRIK | 228,030,733.33 | 239,432,270.00 | |||
| Biaya Listrik | 52,531,150.00 | 55,157,707.50 | ||||
| Biaya Air | 9,645,250.00 | 10,127,512.50 | ||||
| Biaya Penyusutan Peralatan | 150,554,333.33 | 158,082,050.00 | ||||
| Biaya Pemeliharaan | 15,300,000.00 | 16,065,000.00 | ||||
| JUMLAH BIAYA PRODUKSI ( I + ii + iii + iv ) | 864,810,908.33 | 1,075,088,072.50 | ||||
| v | BARANG DALAM PROSES | |||||
| Barang Dalam Proses Awal | 24,344,500.00 | 25,152,500.00 | ||||
| Jumlah Biaya Produksi | 864,810,908.33 | 1,075,088,072.50 | ||||
| 889,155,408.33 | 1,100,240,572.50 | |||||
| Barang Dalam Proses Akhir | 25,152,500.00 | 37,728,750.00 | ||||
| Barang Jadi Setelah Proses | 864,002,908.33 | 1,062,511,822.50 | ||||
| vi | BARANG JADI | |||||
| Persediaan Barang Jadi Awal | 983,540,000.00 | 1,404,331,000.00 | ||||
| Barang Jadi Setelah Proses | 864,002,908.33 | 1,062,511,822.50 | ||||
| Total Persediaan Barang Jadi | 1,847,542,908.33 | 2,466,842,822.50 | ||||
| Persediaan Barang Jadi Akhir | 1,404,331,000.00 | 1,895,630,300.00 | ||||
| Harga Pokok Produksi | 443,211,908.33 | 571,212,522.50 | ||||
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi.
Kesimpulan
Akuntasi berperan sangat penting dalam memberikan informasi keuangan untuk pihak yang membutuhkan. Dalam laporan keuangan yang dibuat seseorang dapat melihat kondisi keuangan suatu perusahaan, dan laporan keuangan yang dibuat harus berdasarkan fakta dari transaksi-transaksi yang di lakukan.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar