Sabtu, 10 Oktober 2015

Akuntansi dan Laporan keuangan perusahaan.

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN


NAMA                            : INNE HANANDITA SUPRIYANTO
NPM                               : 23215385
KELAS                           : 1EB17
FAKULTAS/JURUSAN  : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI    
TUGAS                           : KE-2 PENGANTAR BISNIS (#Softskill)




Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.
Fungsi Akuntansi
             Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Laporan keuangan
                Adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
  • Neraca
  • Lporan laba rugi
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan atau pendapatan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Pemakai Laporan keuangan

A. Pihak Internal Perusahaan


Pihak internal perusahaan merupakan pihak yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan. Terutama oleh manajer, manajer dalam divisi apapun itu. laporan keuangan akuntansi sangat penting bagi manajer. laporan keuangan bisa digunakan untuk mengambil keputusan kebijakan dalam operasi perusahaan bagi seorang manajer. baik itu keputusan keputusan strategis perusahaan dan rencana rencana yang akan dijalankan untuk memaksimalkan keuntungan. semuanya berasal dari laporan keuangan sebagaai bahan dasarnya.

B. Pihak Eksternal Perusahaan


nah, pengguna laporan keuangan pihak eksternal perusahaan ini banyak sekali pihak pihak yang disebut "pihak eksternal", menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dirilis oleh IAI tahun 2002:2-3, pengguna laporan keuangan dari luar perusahaan berikut diantaranya:

  • Investor
Seorang investor atau penanam modal dalam perusahaan juga dengan para penasihatnya berkepentingan mengetahui hasil dari investasi mereka, juga dengan resiko resiko melekat dan yang mungkin akan ditimbulkan dari investasi yang telah mereka keluarkan untuk perusahaan. kepentingannya sangat sederhana, mendapatkan laba, serta memutuskan apakah mereka tetap akan menjadi investor, mengurangi jumlah kepemilikan saham atau bahkan menarik diri (menjual saham) dari perusahaan. mereka juga tertarik dengan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden bagi mereka.
  • Karyawan
Karyawan perusahaan atau kelompok yang mewakili suara merka juga membutuhkan informasi mengenai tingkat profitabilitas serta tingkat kestabilitas perusahaan. mereka ingin mengetahui informasi yang memungkinkan para karyawan untuk mengetahui kemampuan perusahaannya dalam memberikan tingkat upah (balas jasa), mengetaui informasi kesempatan kerja juga informasi manfaat pensiun.
  • Kreditur
Pemberi Pinjaman atau kreditur juga berkepentingan dengan laporan keuangan yang bisa memberikan informasi bagi mereka apakah pinjaman yang telah mereka berikan juga bunganya bisa terbayarkan saat sudah jatuh tempo nanti. Pemberi pinjaman ini bisa bank atau lembaga bukan bank atau individu dan entitas lainnya.

  • Pemasok (rekanan) dan kreditor usaha 
Pemasok  atau rekanan misal pemasok bahan baku bagi perusahaan juga memerlukan dengan laporan keuangan untuk mereka mengambil keputusan apakah nominal yang terhutang akan terbayar saat tiba jatuh tempo. kreditor usaha memerlukan informasi untuk kepentingan apabila perusahaan yang dihutangi adalah pelanggan utama perusahaan pemasok, dan kelangsungan hidup pemasok ini tergantung pada mereka.
  • Pemerintah
Nah, kepentingannya dominan berkaitan dengan  pajak, pemerintah memerlukan laporan keuangan perusahaan untuk mengatur aktivitasnya, menyusun statistik untuk kepentingan negara tentunya, juga yang utama adalah menetapkan kebijakan pajaknya. akuntansi yang digunakan disini berbeda antara laporan akuntansi keuangan perusahaan, biasa disebut dengan Akuntansi Perpajakan
  • Pelanggan
Jika suatu pelanggan terlibat dalam suatu perjanjian jangka panjang dengan perusahaan, mereka juga membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan
  • Masyarakat
Sebuah perusahaan bisa mempengaruhi masyarakat dalam beberapa cara, misal jumlah orang yang menjadi pekerja diperusahaan, perlindungan untuk penanam modal dalam negeri. informasikeuangan perusahaan bisa membantu masyarakt menyediakn info atau trend perkembangan terahir tentang rangkaian aktifitas perusahaan.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
  • Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna;
  • Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna;
  • Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material;
  • Dapat diperbandingkan
Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Jasa

LAPORAN LABA RUGI
Contoh Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang

NERACA
 Contoh Neraca Perusahaan Dagang

LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Contoh Laporan Perubahan Modal

Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Dagang

LAPORAN LABA RUGI
Laporan Laba/Rugi Bentuk Multiple Steps 2

PERUBAHAN MODAL
Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

NERACA SALDO
Neraca Bentuk Skontro

ARUS KAS
Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Contoh Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur

NERACA
IAKTIVA
iAKITVA LANCAR       1,328,093,834.69       1,348,131,964.16
Kas Utama           258,152,300.00           219,429,455.00
Kas Bank BRI           425,245,303.14           467,773,004.45
Kas Bank BNI           358,664,231.55           394,530,654.71
Piutang Dagang           264,578,500.00           242,800,000.00
Perlengkapan ATK             21,453,500.00             23,598,850.00
iiPersediaan       1,489,944,575.00       2,012,892,197.50
Persediaan Barang Jadi       1,404,331,000.00       1,895,630,300.00
Persediaan Dalam Proses             25,152,500.00             37,728,750.00
Persediaan Bahan Baku             55,792,325.00             72,530,022.50
Persediaan Bahan Pembantu                4,668,750.00                7,003,125.00
iiiAKTIVA LANCAR LAINNYA           204,100,000.00           183,690,000.00
Beban Dibayar dimuka           123,450,000.00           111,105,000.00
Asuransi Dibayar dimuka             35,250,000.00             31,725,000.00
Beban Iklan di bayar di muka             45,400,000.00             40,860,000.00
ivAKTIVA TETAP       3,448,945,666.67       3,278,501,833.34
Inventaris Kantor           150,000,000.00           150,000,000.00
Akumulasi Penyusutan Inventaris Kantor           (30,000,000.00)           (45,000,000.00)
Peralatan           635,500,000.00           635,500,000.00
Akumulasi Penyusutan Peralatan         (150,554,333.33)         (225,831,500.00)
Kendaraan           750,000,000.00           750,000,000.00
Akumulasi Penyusutan Kendaraan         (160,333,333.33)         (240,500,000.00)
Gedung           850,000,000.00           850,000,000.00
Akumulasi Penyusutan Gedung           154,333,333.33           154,333,333.33
Tanah       1,250,000,000.00       1,250,000,000.00
vAKTIVA LAINNYA                                     -                                     -
Investasi Pada Pihak Ketiga                                     -                                     -
TOTAL AKTIVA ( i + ii + iii + iv + v )       6,471,084,076.36       6,823,215,995.00
IIKEWAJIBAN DAN MODAL
iKEWAJIBAN LANCAR       2,490,074,000.00       2,116,562,900.00
Utang Dagang           562,431,500.00           478,066,775.00
Utang Jatuh Tempo             52,642,500.00             44,746,125.00
Utang Bank       1,875,000,000.00       1,593,750,000.00
iiKEWAJIBAN JANGKA PANJANG       1,250,000,000.00       1,750,000,000.00
Investasi Pihak Pemerintah Daerah           500,000,000.00           500,000,000.00
Investasi Pihak Ketiga           750,000,000.00       1,250,000,000.00
iiiMODAL       2,731,010,076.70       2,956,653,095.00
Modal Pemilik       2,000,000,000.00       2,000,000,000.00
Laba Tahun Lalu           609,569,893.36           731,010,076.70
Laba Tahun Berjalan           121,440,183.34           225,643,018.30
TOTAL kewajiban dan modal ( i + ii + iii )       6,471,084,076.70       6,823,215,995.00
LAPORAN LABA RUGI
I
PENJUALAN





Penjualan
      987,664,500.00
   1,326,500,000.00


Return Penjualan
                                -
                                -


Potongan Penjualan
                                -
                                -



Total Penjualan Bersih
      987,664,500.00
   1,326,500,000.00







II
HARGA POKOK PRODUKSI




Harga Pokok Produksi (HPP)
      443,211,908.33
      571,212,522.50


Laba Kotor  ( I- II )
      544,452,591.67
      755,287,477.50








BEBAN USAHA




BEBAN KANTOR
      110,331,500.00
      187,169,550.00



Beban Gaji Karyawan
         89,500,000.00
         89,500,000.00



Beban Listrik
           7,831,000.00
           8,614,100.00



Beban Telpon & Internet
           9,550,000.00
         85,950,000.00



Beban Air
           3,450,500.00
           3,105,450.00






                                -


BEBAN GUDANG & PEMASARAN
      250,186,000.00
      252,854,600.00



Beban Gaji Karyawan
      158,500,000.00
      158,500,000.00



Beban Transportasi
         16,475,000.00
         18,122,500.00



Beban Iklan
           4,540,000.00
           4,994,000.00



Beban Perlengkapan
           5,321,000.00
           5,853,100.00



Beban Bungan Bank
         65,000,000.00
         65,000,000.00



Beban Lain-lain
               350,000.00
               385,000.00









LABA / RUGI PERUSAHAAN





Laba Bersih Sebelum Pajak
      183,935,091.67
      315,263,327.50









PENDAPATAN LAINNYA





Bunga Bank BRI
           4,017,408.37
           5,219,223.78



Bunga Bank BNI
           3,387,683.30
           4,401,085.42





           7,405,091.67
           9,620,309.20



Laba Bersih Sebelum Pajak
      191,340,183.34
      324,883,636.70









BIAYA LAINNYA





Pajak Pertambahan Nilai
         52,425,000.00
         74,430,463.80



Pajak Penghasilan
         17,475,000.00
         24,810,154.60





         69,900,000.00
         99,240,618.40




Laba Bersih Perusahaan
      121,440,183.34
      225,643,018.30

LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
IPEMBELIAN DAN BIAYA
iBAHAN BAKU          448,310,175.00          637,762,302.50
Persediaan Awal            45,352,500.00            55,792,325.00
Pembelian Bahan Baku          458,750,000.00          654,500,000.00
Return Pembelian                                    -                                    -
Total Bahan Baku          504,102,500.00          710,292,325.00
Persediaan Akhir            55,792,325.00            72,530,022.50
Bahan Baku terpakai          448,310,175.00          637,762,302.50
iiBAHAN PEMBANTU            54,831,250.00            59,015,625.00
Persediaan Awal              5,150,000.00              4,668,750.00
Pembelian Bahan Pembantu            54,350,000.00            61,350,000.00
            59,500,000.00            66,018,750.00
Persediaan Bahan Baku Ahir              4,668,750.00              7,003,125.00
Bahan Baku Terpakai            54,831,250.00            59,015,625.00
iiiTENAGA KERJA          188,470,000.00          197,893,500.00
Gaji Karyawan          121,550,000.00          127,627,500.00
Tunjangan            51,420,000.00            53,991,000.00
Bonus            15,500,000.00            16,275,000.00
ivBIAYA PRODUKSI PABRIK          228,030,733.33          239,432,270.00
Biaya Listrik            52,531,150.00            55,157,707.50
Biaya Air              9,645,250.00            10,127,512.50
Biaya Penyusutan Peralatan          150,554,333.33          158,082,050.00
Biaya Pemeliharaan            15,300,000.00            16,065,000.00
JUMLAH BIAYA PRODUKSI ( I + ii + iii + iv )          864,810,908.33      1,075,088,072.50
vBARANG DALAM PROSES
Barang Dalam Proses Awal            24,344,500.00            25,152,500.00
Jumlah Biaya Produksi          864,810,908.33      1,075,088,072.50
          889,155,408.33      1,100,240,572.50
Barang Dalam Proses Akhir            25,152,500.00            37,728,750.00
Barang Jadi Setelah Proses          864,002,908.33      1,062,511,822.50
viBARANG JADI
Persediaan Barang Jadi Awal          983,540,000.00      1,404,331,000.00
Barang Jadi Setelah Proses          864,002,908.33      1,062,511,822.50
Total Persediaan Barang Jadi      1,847,542,908.33      2,466,842,822.50
Persediaan Barang Jadi Akhir      1,404,331,000.00      1,895,630,300.00
Harga Pokok Produksi          443,211,908.33          571,212,522.50

Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi.
Kesimpulan
Akuntasi berperan sangat penting dalam memberikan informasi keuangan untuk pihak yang membutuhkan. Dalam laporan keuangan yang dibuat seseorang dapat melihat kondisi keuangan suatu perusahaan, dan laporan keuangan yang dibuat harus berdasarkan fakta dari transaksi-transaksi yang di lakukan.
Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar